Apa itu User Experience Design atau UX Design?

UX design adalah singkatan dari User Experience design atau desain pengalaman pengguna. Istilah ini sering digunakan bergantian dengan “UI design”, dan mungkin sering tertukar. Di artikel sebelumnya sudah kita bahas tentang  UI Design kali ini mari kita bahas apa itu UX design. Simak sampai selesai, ya!

Apa Itu User Experience?

Singkatnya, user experience adalah bagaimana pengalaman pengguna dalam berinteraksi/menggunakan produk digital Kamu. Pengalaman ini dilihat dari betapa mudahnya pengguna untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan dari produk tersebut.

Dengan kata lain, user experience produk yang bagus tidak akan menyulitkan pengguna untuk mencapai tujuan mereka. Entah itu dari desain web yang user-friendly, produk yang ringan untuk diakses, menu yang tidak berbelit-belit, dan lain sebagainya. 

Tujuan UX design adalah menciptakan produk atau layanan yang mampu memenuhi kebutuhan dan mengatasi masalah pengguna, serta menciptakan pengalaman yang menyenangkan secara keseluruhan. Kalau dilakukan dengan baik, UX design bisa membantu pelaku bisnis meningkatkan kepuasan pelanggan.

Setelah kita mengetahui tentang definisi UX, lalu mengapa sih UX dianggap penting? Jika Kamu adalah seorang pebisnis dan mencoba menarik lebih banyak pembeli lewat website atau aplikasi Kamu, UX memang jadi sangat penting.

Area Utama dalam UX Design

Pada dasarnya, UX design adalah bidang yang sangat beragam dengan banyak konsep. Namun, secara garis besar, ada 4 area utama di dalam prosesnya:

  • Experience Strategy (ExS) – mengacu pada strategi perusahaan untuk menciptakan pengalaman pengguna sebaik mungkin dari awal hingga akhir.
  • Interaction Design (IxD) – berfokus pada penerapan antarmuka yang menarik dan intuitif sehingga pengguna bisa menyelesaikan suatu proses secara efisien.
  • User Research (UR) – mengacu pada survei, wawancara, studi, dan tes apa pun yang dilakukan untuk memahami kebutuhan, pain point (kesulitan yang dialami calon pelanggan), dan preferensi pelanggan. Data ini kemudian digunakan untuk merancang produk atau layanan yang bisa menjadi solusi masalah mereka.
  • Information Architecture (IA) – merupakan struktur informasi dalam suatu produk, yang membantu pengguna memahami cara menggunakan produk tersebut.

Apa Saja Tugas UX Designer?

Tugas UX designer adalah meningkatkan pengalaman orang yang menggunakan suatu produk, layanan, atau sistem dengan menerapkan proses design thinking.

Menurut Stanford design school, ada 5 tahap dalam design thinking, yaitu empathize, define, ideate, prototype, dan test.

  • Tahap empathize adalah proses memahami audiens target. Pada tahap ini, UX designer melakukan riset, wawancara, dan survei pengguna, serta metode pengumpulan data lainnya untuk mendapatkan insight dari perspektif pelanggan.
  • Setelah mengumpulkan data, UX designer akan menganalisisnya dan melakukan tahap define, yaitu menetapkan tujuan yang ingin dicapai pengguna atau masalah utama yang perlu mereka atasi. Kemudian, UX designer membuat user persona untuk mewakili sudut pandang audiens target selama proses desain. Persona juga membantu designer memahami alur pengguna dari awal hingga akhir dan membuat sitemap berdasarkan persona ini.
  • Tahap ketiga adalah ideation. Di sini, UX designer melakukan brainstorming dan menghasilkan ide-ide desain berdasarkan berbagai touch point (cara interaksi) dalam perjalanan pelanggan. Contohnya, UX designer website akan menjawab pertanyaan seperti, “bagaimana cara mendesain website yang tetap terlihat bagus di berbagai ukuran layar?” atau “bagaimana cara meningkatkan desain interaksi website?”.
  • Tahap selanjutnya adalah membuat prototype, yaitu versi final produk dalam rancangan yang masih kasar. Prototype bisa berupa apa saja, mulai dari sketsa kertas sampai halaman tes website. UX designer menggunakan metode yang disebut wireframing untuk menyusun arsitektur informasi prototype.
  • UX designer kemudian menggunakan prototype ini untuk melakukan user testing atau pengujian. Tahap ini bertujuan untuk mengetahui cara pengguna berinteraksi dengan prototype dan mendapatkan tanggapan dari mereka.

Setelah menyelesaikan seluruh proses di atas, UX designer harus mempresentasikan temuannya kepada klien, stakeholder perusahaan, atau tim desainnya. Setelah disetujui, mereka akan berkolaborasi dengan UI designer, interaction designer, dan web developer untuk mewujudkan ide tersebut.

Jadi, bagaimana preferensi kamu dalam melihat tampilan UX di website? Nah, jika penasaran dengan informasi lainnya seputar dunia UX,temukan informasi menarik lainnya di website kami!

Contact Us

Our Profile & Rates

PT Hubton International Group
HQuarters Building, Floor 8
Jl. Asia Afrika No. 158, Bandung
Jawa Barat 40261, Indonesia