Mengenal Bisnis Digital dan Apa Saja Jenisnya

Di era modern seperti saat ini, bisnis digital menjadi sangat penting dan wajib dipelajari oleh semua entrepreneur atau para calon entrepreneur. Karena, ada berbagai keuntungan dari bisnis digital yang membuatnya lebih mudah dilakukan daripada bisnis konvensional, berkat adalah teknologi informasi yang semakin maju dan mutakhir. 

Hampir semua aspek kehidupan seperti pendidikan, layanan kedokteran, hingga musik juga sudah beralih dari konvensional ke digital menjadi salah satu bukti betapa pentingnya mempelajari bidang ini. Oleh karena itu, mari kita bahas lebih lanjut tentang apa itu bisnis digital dan jenisnya.

Pengertian Bisnis Digital 

Mengutip buku Business and Digital Economy oleh T Arief Pahlevi Pasha dan kawan-kawan, bisnis digital adalah suatu jenis usaha yang memanfaatkan kecanggihan teknologi ketika menciptakan sebuah produk atau memasarkannya. Dalam dunia bisnis digital dikenal istilah digital marketing yang menggunakan fasilitas internet dan teknologi informasi untuk memperluas dan meningkatkan fungsi marketing atau pemasaran tradisional.

Biasanya penjualan produk untuk usaha digital dilakukan secara online dengan memanfaatkan media-media digital terutama internet. Akan tetapi sebenarnya, bisnis ini tidak terbatas hanya menjual produk saja, tetapi juga bisa menjual jasa. Sepanjang memanfaatkan alat-alat teknologi, maka dapat disebut sebagai digital business.

Apa Saja Jenis-Jenis Bisnis Digital

Kebanyakan masyarakat Indonesia hanya tahu bisnis digital sebagai bisnis yang beroperasi secara online saja. Padahal, ada banyak cara operasi sebuah brand, website, atau bisnis dalam dunia digital. Dikutip dari situs More Than Digital, setidaknya ada 11 cara operasi sebuah bisnis di bidang digital. Tapi dalam artikel ini kita hanya akan mempelajari beberapa contohnya yang paling banyak ditemukan di Indonesia saja.

 Marketplace

Jenis pertama sekaligus yang paling banyak diketahui oleh masyarakat awam adalah bisnis digital dalam bentuk Marketplace. Kita semua pasti sudah pernah mendengar perusahaan-perusahaan seperti Tokopedia, Bukalapak, Lazada, Blibli.com, dan Shopee yang sangat terkenal di berbagai kalangan masyarakat.

Marketplace sendiri adalah sebuah bisnis digital dimana pemilik bisnis menyediakan wadah atau media untuk orang lain berjualan di platform tersebut. Artinya, produk yang dibuat dalam dalam bisnis jenis ini adalah sebuah platform online agar pembeli maupun penjual bisa belanja dengan aman dan nyaman.

Kebanyakan aplikasi marketplace punya lebih banyak fitur dibandingkan e-commerce. Sebab pemilik marketplace bisa fokus mengalokasikan modal yang ia miliki untuk mengembangkan platform terbaik tanpa harus memikirkan kualitas produk fisik. Berbeda dengan e-commerce, dimana modalnya harus dibagi antara pengembangan produk fisik yang utama dan untuk mengembangkan media digital.

Tapi, apa bedanya e-commerce dan marketplace? Kita akan bahas dalam poin yang berikutnya.

E-Commerce

Jika bisnis model marketplace hanya menyiapkan platform untuk mempertemukan penjual dan pembeli, bisnis digital jenis e-commerce ini menyediakan produk maupun sekaligus media khusus untuk menjual produk yang mereka buat. Contohnya, perusahaan sabun mandi membuat sebuah website agar pembeli bisa memesan sabun mereka secara online di website tersebut. Atau contoh lainnya adalah restoran cepat saji yang membuat aplikasi khusus agar pelanggan bisa memesan makanan dari menu mereka lewat aplikasi tersebut secara online. Itulah mengapa, rata-rata media digital yang digunakan dalam bentuk e-commerce punya fitur yang lebih terbatas dibandingkan marketplace. Sebab perusahaan tidak bisa memfokuskan modal mereka ke pengembangan platform digital saja.

Subscription

Bisnis yang memanfaatkan media digital jenis ini juga sebenarnya banyak dikenal oleh masyarakat Indonesia. Sebab ada banyak bisnis yang beroperasi dengan model subscription di dalam negeri seperti Netflix, Office, Amazon Prime, Disney+, Zoom, dan masih banyak lagi. Model bisnis ini sangat mirip seperti jaman dulu, dimana kita berlangganan koran atau majalah untuk konten yang dikirim setiap minggu hingga setiap bulan. Bedanya, kini konten tersebut bersifat digital dan bisa dinikmati secara online tanpa harus membawa produk fisiknya kemana-mana. Meskipun begitu, masih ada juga beberapa bisnis dengan model subscription yang menawarkan produk fisik, misalnya bisnis langganan katering online atau makanan ringan.

Ad-supported

Pernahkah Kamu berpikir darimana Facebook, Instagram, atau WhatsApp mendapatkan keuntungan? Padahal kita menggunakan layanan mereka setiap hari tanpa bayar. Hal tersebut dikarenakan Facebook dan kebanyakan perusahaan social media lainnya adalah bisnis digital yang beroperasi secara Ad based atau Ad-supported. Artinya, mereka mendapatkan keuntungan dari setiap iklan, promosi, atau sponsor yang masuk ke perusahaan mereka. Di Indonesia, bisnis yang beroperasi dengan cara seperti ini biasanya seperti perusahaan pemilik aplikasi berita, aplikasi komik gratis, dan aplikasi tempat berbagi video singkat.

Sekarang Kamu sudah lebih memahami tentang bisnis digital. Apakah tertarik untuk memulai bisnis digital? Semoga berhasil ya!

Temukan artikel menarik lainnya di website ini!

Contact Us

Our Profile & Rates

PT Hubton International Group
HQuarters Building, Floor 8
Jl. Asia Afrika No. 158, Bandung
Jawa Barat 40261, Indonesia